Jalan Cerita Game LifeAfter Lengkap

download

Jalan-Cerita-Game-LifeAfter-Lengkap-1

Dengan bertemakan zombie, Game LifeAfter hadir memberikan nuansa Survival yang lebih hidup diantar game sejenisnya. Mengambil nuansa masa depan yang di hadapkan hancurnya dunia akibat dari Zombie Apocalypse. Untuk kalian yang penasaran dengan alur cerita game ini, silahkan simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

[23 Juni 1066]

Segala Kekacauan dimulai di sebuah kota yg bernama Crowe yang terletak di South Plains. Vicky Zhou, adalah seorang dokter yg merawat di Rumah Sakit Camedil. Dan orang pertama yg menemukan infeksi virus pada seorang pasien. Untuk mencari tahu penyebab infeksi virus itu Vicky Zhou memutuskan untuk meninggalkan pasien yg terjangkit virus itu di rumah sakit demi melakukan observasi ke sebuah laboratorium. Pasien mendadak meninggal malam itu dan kejadian mengerikan terjadi keesokan harinya. Seluruh staf rumah sakit dan pasien telah bermutasi dan menjadi sangat agresif.

[24 Juni 1066]

Infeksi menyebar dari rumah sakit ke setiap sudut kota Crowe. Di setiap lingkungan telah dibanjiri olehorang yang terinfeksi dan mulai menyerang semua makhluk hidup, dan setiap bangunan kini tenggelam dalam teriakan serta tangisan. Kota Crowe dalam kekacauan besar, Tidak ada yang tahu mengapa pemerintah global telah gagal dalam memberantas penyebaran virus pada sumbernya. Tetapi itu adalah fakta yang tak terbendung bahwa orang yang terinfeksi memancarkan dunia di sekitar kota Crowe.

[24 – 27 Juni 1066]

Infeksi telah terjadi di seluruh dunia dan epidemi telah menyebar dengan cara yang sama seperti kasus yang ditemukan di Kota Crowe. Negara-negara kini memasuki level tertinggi dari status waspada dan mulai melakukan penelitian tentang virus ini. Namun, tidak ada negara yang bisa memahami dari mana virus itu berasal dan bagaimana cara menyembuhkanya. Semua cara yang dikuasai oleh manusia tidak efektif dalam menghadapi virus-virus ini.

[28 Juni 1066]

Para pemerintah global harus mengumumkan bahwa mereka tidak dapat mendiagnosis virus ini. Dan untuk sementara menamainya “virus O” (Osiris) dan mulai meluncurkan rencana pengendalian epidemi secara global. Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk memblokir perbatasan dari penyebaran epidemi dan memindahkan korban ke tempat penampungan sementara yg terletak diberbagai tempat.

[18 Agustus 1066]

Operasi penahanan dan suaka berlangsung selama hampir dua bulan. Hingga 18 Agustus, negara-negara bagian barat mengumumkan bahwa kota mereka telah jatuh. Karna Virus telah menyebar dengan sangat cepat. Pemerintah dari beberapa negara di Pantai Barat telah gagal dalam mengevakuasi material kota dengan tepat waktu. Serta tidak mampu mempertahankan kelangsungan hidup para pengungsi dan mulai mengajukan permintaan bantuan kepada masyarakat internasional. Pemerintah global menyerukan kepada negara-negara besar yg tersebar di dunia untuk memberikan bantuan demi membantu negara dalam melindungi dan menyelamatkan mereka yang selamat
dari negara yg telah runtuh oleh virus.

[30 Agustus 1066]

Setelah setengah bulan bernegosiasi, Negara yg tergabung telah mencapai konsensus pada 30 Agustus dan menandatangani “Perjanjian Penyelidikan dan Penyelamatan Serangan atau yang disebut sebagai “Perjanjian Komunitas.” Dan terbentuklah badan aliansi kekuatan besar dunia perlu mengakomodasi pengungsi dari negara negara tetangga dan menyediakan sumber daya untuk negara-negara disekitarnya.

[awal September 1066]

Setelah penandatanganan perjanjian kebangsaan dan etnisitas mulai dikesampingkan, dan tujuan utama semua orang sangat konsisten yaitu memperjuangkan kemanusiaan untuk tetap hidup. Negara-negara yg tergabung dalam BADAN ALIANSI Mulai mengirim militernya untuk membentuk Pasukan Dukungan Epidemi Dunia, atau yg disebut dengan”ISR” (INTERNATIONAL SEARCH and RESCUE).

Ini adalah pasukan gabungan dari seluruh dunia yang dibentuk oleh negara-negara untuk memobilisasi personel dan material dengan Jenderal Lieberman ditunjuk sebagai komandan utama dari pasukan ISR. Pada awal September majelis ISR ingin melengkapi angkatan bersenjata nasional untuk menjadi pasukan pendukung bersenjata utama. Demi memberikan bantuan pascabencana dan memastikan bahwa para pengungsi di daerah yang terinfeksi dapat dengan aman mencapai kamp-kamp pengungsian yg berada di negara-negara tetangga. Proses pemindahan pengungsi dipastikan oleh ISR.

Setelah memasuki tempat perlindungan, keselamatan dan kesehatan semua orang diambil alih oleh HeimDahl “Life Assist Instrument – Garal 3.0 Civil Edition”. Sebagai perusahaan teknologi terkemuka di dunia Heimdahl sebelumnya telah bekerja sama dengan militer-militer dunia untuk mengembangkan “proyek Garal” sejak beberapa tahun yang lalu. Ini bertujuan untuk mengembangkan peralatan tambahan militer. Serta mengevaluasi dan memantau kondisi fisik dari prajurit dan lingkungan di medan perang lalu menamainya Garal 1.0. Heimdal awalnya telah berencana untuk mengembangkan versi sipil Garal 3.0 untuk melayani pemantauan kesehatan warga biasa.

Namun, wabah yang tiba tiba muncul telah mengganggu semua rencana mereka. Dan ini membuat mereka diharuskan untuk hanya memproses inventaris dan menempatkannya di tempat perlindungan utama untuk mengatasi kebutuhan pengungsi yang masih hidup dalam epidemi global.

Pemerintah-pemerintah dunia dan Heimdal dapat dengan mudah memantau tanda-tanda vital setiap pengungsi melalui sistem Garal. ini bisa memberikan bantuan tepat waktu ketika mereka sedang dalam bahaya dan yang lebih penting mengisolasi dan membersihkan mereka ketika para pengungsi terdeteksi telah terinfeksi.

Namun, tingkat mutasi virus jauh melebihi harapan manusia. Insiden Pengungsian Benteng Noord Island & kemerdekaan Yiliangcheng. Pada pertengahan bulan oktober 1066, Seorang korban selamat yang dikirim oleh ISR dari negara lain ke Pulau Norun. Tiba-tiba menderita penyakit dan telah terdeteksi terjangkit oleh virus pada malam itu. Dan Perlindungan Noor Island saat itu benar-benar hancur dan tidak ada yang selamat. Virus dalam insiden Pulau Nolan ternyata bisa menyembunyikan diri dan melakukan perubahan secara tiba-tiba dalam keberangkatan sipembawa virus dari tempat karantina yg sama sekali tidak terdeteksi sebelumnya.

Dalam fenomena ini telah menunjukkan bahwa virus mungkin memiliki kemampuan untuk mengatur diri dalam bermutasi. Peristiwa-peristiwa di Pulau Nolan memicu kepanikan secara global dan masyarakat mulai ragu serta melakukan penolakan pada para pengungsi dari negara lain yang dikirim oleh badan aliansi.

Setelah pecahnya insiden di Noor Island protes dan perselisihan pertama datang dari perlindungan Yanliang. Mereka dengan keras menentang transfer berkelanjutan dari pengungsi Yg dikirim daerah lain yang terinfeksi ke tempat penampungan mereka. Selain ketakutan meningkatkan risiko terinfeksi itu lebih karena epidemi terus menyebar, dan tidak banyak yang tersisa di tempat penampungan. Perselisihan dengan cepat berkembang menjadi konflik kekerasan.

Para perwira yang ditempatkan di markas Akiyama mulai memimpin militernya untuk mengubah sistem kontrol diruang penyimpanan biji-bijian dan menguasai seluruh tempat perlindungan di wilayah yiliangcheng. Sejak saat itu, Perlindungan Yanliang resmi menutup Kota Yancheng Dan tidak lagi menerima para pengungsi yang dikirim oleh ISR. Serta menolak untuk menyerahkan sumber dayanya kepada pemerintah global. Peristiwa ini dikenal sebagai “independence of the city.”

Setelah itu dengan bantuan dari pamannya Akiyama Kosuke semua perlindungan di Pulau Jin Yao bergabung dengan kamp Akiyama dan mengumumkan bahwa mereka telah meninggalkan “badan aliansi”. Para pemerintah global yg tergabung dalam Badan Aliansi yang juga berjuang untuk mengatasi peristiwa-peristiwa global akhirnya menyerah pada negosiasi dengan Yan Liang dan menyetujui status quo, Dan “Kemerdekaan Yiliangcheng” pun berakhir.

Sekian.

Jangan Lupa Bagikan ke Sosial Media Kamu

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply